Dr. Tatag dari UNESA: Research Based Learning ajarkan mahasiswa meneliti

“Dengan Research Based Learning (RBL) mengajarkan mahasiswa untuk meneliti,  dan RBL bisa diterapkan pada semua mata kuliah tentunya dengan menggunakan strategi tertentu” jelas Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd., Pembantu Dekan III FMIPA UNESA diawal kegiatan Workshop Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Riset Jumat-Minggu (20-22 Oktober 2017) di Ruang Multimedia Gedung Jurusan Matematika FMIPA Universitas Jember. RBL adalah salah satu model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat belajar dan membangun pengetahuan dari langkah-langkah penelitian seperti mencari informasi, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis, membuat kesimpulan dan menyusun laporan. “Mahasiswa dilibatkan dalam RBL untuk mengkonstruksi pengetahuan dengan 5 (lima) tahap yaitu menemukan masalah, merumuskan masalah, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat simpulan dari data” lanjut pria yang asli Kecamatan Semboro Kabupaten Jember.

Workshop yang dimoderatori oleh Abduh Riski, S.Si., M.Si ini diikuti oleh seluruh tenaga pengajar di Jurusan Matematika dan beberapa dosen dari Jurusan Kimia FMIPA Universitas Jember. “Melalui acara workshop RBL ini para dosen di Matematika bisa menimbah ilmu kepada Dr. Tatag dari UNESA untuk bisa menerapkannya pada mahasiswa melalui mata kuliah yang tersusun dalam kurikulum Jurusan Matematika” sambutan Ketua Jurusan Matematika Kusbudiono, S.Si., M.Si. diawal acara sekaligus membuka workshop.

Dr. Tatag melanjutkan materi RBL tentang konsep multi dimensi yang mengacu pada berbagai strategi pembelajaran yang menghubungkan penelitian dan pengajaran dengan prakteknya adalah: hasil penelitian menginformasikan kurikulum, metode pengajaran dan pembelajaran berbasis proses penelitian, pembelajaran menggunakan komponen-komponen penelitian, pengembangan suatu konteks penelitian inklusif. “Salah satu contohnya adalah pembelajaran pengajuan masalah (problem posing) untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa membuktikan pada matakuliah dasar-dasar Matematika. Metode penelitian yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian pengembangan, penelitian eksperimen, Penelitian deskriptif dengan instrumen: tes, angket, lembar observasi, pedoman wawancara sedang untuk analisis secara kuantitatif dan kualitatif” terangnya.

Dokumentasi Workshop

Dalam forum diskusi, Kosala Dwidja Purnomo, S.Si., M.Si staf pengajar Matematika mengajukan pertanyaan: “Apakah bisa seperti mata kuliah dasar diterapkan RBL?”. RBL bisa diterapkan pada semua mata kuliah, pun dengan MK dasar walaupun tidak sepanjang perkuliahan tetapi bisa diterapkan pada bagian tertentu. Dr. Busroni, dari Jurusan Kimia menanyakan perihal mata kuliah pemodelan atau penelitian yang sekarang berjalan di Prodi Matematika dan Kimia bisa dikatakan telah menerapkan RBL atau belum. “Ya, seperti paparan tadi itu bahwa metode RBL yang topik penelitiannya berbasis departemen atau program studi” jawab Dr. Tatag. Sebagai penutup disampaikan bahwa RBL sebenarnya bukan metode baru akan tetapi masih sangat relevan dan baik untuk diterapkan khususnya pada perguruan tinggi. (A.Riski & YYP)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.