Mohammad Zulfi Peraih IPK Tertinggi S2 Matematika FMIPA UNEJ Periode VI

Bertepatan di Minggu terakhir di Bulan Suci Ramadhan tahun ini, FMIPA Universitas Jember melaksanakan prosesi Yudisium yang meluluskan 45 mahasiswa Sarjana dan Pasca Sarjana Tahun Akademik 2017/2018 Periode VI dengan rincian 10 orang Program Studi Matematika, 8 orang Program Studi Fisika, 3 orang Program Studi Kimia, 20 orang Program Studi Biologi, dan 4 orang Program Studi Magister Matematika yang bertempat di Jurusan Biologi FMIPA Universitas Jember (Rabu, 6 Juni 2018).

Acara Yudisium diikuti para Wakil Dekan, para Ketua Sekretaris Progam Studi Sarjana dan Magister dan Pimpinan Sub Bagian di lingkungan FMIPA. Dekan FMIPA berpesan agar alumni selalu menjaga nama baik almamater di era yang serba digital dalam penggunaan media sosial. “Para alumni diharap bijak dalam penggunaan media sosial di era digital dewasa ini, apalagi dalam beberapa hari terakhir berita terkait isu radikalisme telah mulai meramba ke dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi, selalu tingkatkan komunikasi melalui wadah alumni yang tersedia agar kami selalu bisa memantau dan menjaga tali silaturrahmi” ujar Dekan FMIPA Drs. Sujito, Ph.D.

Dekan FMIPA Universitas Jember juga memberikan penghargaan kepada lulusan berprestasi Program Pasca Sarjana periode VI ini yang diraih oleh Mohammad Zulfi, S.Si. (161820101011) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 dan lama studi 1 tahun 7 bulan 20 hari dari Program Studi Magister Matematika.

Dalam acara Yudisium Rabu kemarin Mohammad Zulfi, S.Si juga diberi kesempatan memberikan sambutan, “Saya menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen yang telah membina dan lembaga yang telah memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta didiknya selama ini. “Mewakili para alumni yang dilepas periode ini, saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh civitas akademika FMIPA yang telah membimbing dan telah memberi kontribusi kepada kami, Saya juga sampaikan yang meraih IPK tertinggi bukanlah akan menjadi yang terbaik. Karena yang terbaik akan terlihat satu, dua, atau tiga tahun kedepan dengan menunjukkan pada almamater yaitu FMIPA” ungkap Mohammad Zulfi sebagai alumni Program Studi Magister Matematika.

Mohammad Zulfi memang salah satu mahasiswa yang cukup menonjol di lingkungan kampus Matematika, hal tersebut dapat terlihat dari sejak awal ia memulai memasuki perkuliahan di jurusan S1 Matematika Universitas Jember di tahun 2012. Ia seringkali memberikan tambahan ilmu atau berperan sebagai penutor mengajarkan adek-adek tingkatnya mengenai materi perkuliahan Matematika. Ia juga berperan aktif dalam organisasi kepengurusan keanggotaan Himatika, dan juga pernah menjabat sebagai Dewan Perwakilan Mahasiswa periode 2015.

Prinsip dalam hidupnya ialah Organisasi itu yg pertama, dan Kuliah itu yg utama. Ditemui dalam suatu kesempatan Zulfi menuturkan “Di satu sisi aku juga bekerja, kadang kita harus mengorbankan sesuatu untuk sesuatu yang lainnya saat memang bentrok jadwalnya. Misal diwaktu bersamaan ada kegiatan organisasi,, ada kuliah, ada kerjaan. Mana yg harus didahulukan? Kalo aku ngeliat yang mana yang urgent”. Lalu jika dalam suatu hal ia mengalami kendala maka cara terbaik menyelesaikannya adalah dengan terbuka dan jangan pernah malu untuk terbuka atau meminta bantuan kepada siapapun. Mohammad Zulfi lulus S1 dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan,  lalu ia melanjutkan S2 Matematika di kampus yang sama yakni FMIPA Universitas Jember hingga dapat mencapai Ipk kumulatif yang sangat membanggakan seperti ini. Zulfi berpesan kepada seluruh mahasiswa Matematika yang sekarang masih menyelesaikan kuliahnya untuk terus semangat, jangan berhenti berproses dan jadikan motivator terbaik dari kalian adalah diri kalian sendiri. Untuk rencana kedepan, Zulfi ingin melanjutkan dengan memilih bekerja terlebih dahulu, dan jika ia nanti diizinkan untuk kuliah lagi ia akan meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni S3, “Ijazah itu cuma pertanda bahwa masa belajar di suatu kampus sudah selesai, tapi manusia gak boleh berhenti belajar”, tutur Zulfi.

Temu Alumni Sarjana dan Magister Matematika 2018

Bertempat di Ruang Kuliah Gedung Jurusan Matematika FMIPA Universitas Jember diselenggarakan acara Temu Alumni dan Pelantikan Pengurus Himpunan Alumni Program Studi Magister Matematika dan Himpunan Alumni Program Studi S1 Matematika. (10-11 Maret 2018). “Wadah alumni bisa dijadikan sarana untuk berbagi informasi baik itu pekerjaan hingga informasi terbaru tentang almamater” ungkap Dr. Alfian Futuhulhadi, Ketua Program Studi Magister Matematika di awal acara. Tiap – tiap angkatan alumni bisa diwakilkan untuk menyampaikan ide dan gagasan hingga informasi dalam wadah ikatan alumni. “Sarana media sosial bisa menjembatani hal tersebut dan segera untuk dibentuk formatur untuk pemilihan pengurus baru himpunan alumni matematika baik S1 maupun Magister sehingga diagendakan pula kegiatan kedepan secara reguler atas kesepakatan antar pengurus dengan anggota alumni” lanjutnya di hadapan para peserta temu alumni. Read more

Dr.rer.pol. Heri Kuswanto dari ITS: Statistical Downscaling and Local Weather Forecast

“Dibutuhkan metode pendekatan statistical downscaling untuk mendapatkan ramalan cuaca dengan resolusi tinggi untuk mendukung penerapan General Circulation Model (GCM) atau jenis model iklim yang lebih beresolusi rendah” awal paparan Dr.rer.pol. Heri Kuswanto, M.Si. dari ITS Surabaya dalam Kuliah Tamu: Statistical Downscaling and Local Weather Forecast yang diselenggarakan Program Studi Magister Matematika Jurusan Matematika FMIPA Universitas Jember pada Jumat (15 Desember 2017). Bertempat di Ruang Multimedia Jurusan Matematika, Ketua Program Studi Pascasarjana Statistika ITS Surabaya ini memaparkan bahwa penerapan prakiraan cuaca lokal bisa menggabungkan GCM, downscaling dan tentunya memperhatikan iklim yang tidak menentu dewasa ini. “Data dari BMKG kita sangat kurang untuk prakiraan cuaca dengan tingkat rentang waktu yang minim seperti hari malah mungkin jam, karena data yang ada bersifat mingguan ataupun bulanan sehingga dibuntuhkan metode khusus yaitu statistical downscaling untuk penyelesaiannya” lanjut Doktor alumnus Hannover University, Jerman tersebut. Read more